life of pi (sebuah novel )
Uncategorized 8 Comments »Hari itu adalah hari Selasa yang menyenangkan ketika aku berkunjung ke kamar kos kawaanku di daerah Kaliurang, dimana aku menemukan buku ( lebih tepatnya melihat, karena buku itu tidak hilang sebelumnya ) yang sangat menarik perhatian ku. Life of Pi, kisah hidup Pi. Novel karangan penulis dari Kanada, Yann Martel. Semula aku mengira novel ini bercerita tentang seorang anak Cina ( Pi adalah nama marga Cina bukan?? ) tetapi aku salah, buku ini bercerita tentang anak India. Anak India berusia 16 tahun yang terapung selama 227 hari diatas sebuah sekoci karena kapal yang ditumpanginya tenggelam di samudera Pasifik. Lebih menarik lagi karena hanya dirinyalah satu-satunya manusia dalam sekoci tersebut, namun bukan satu-satunya penumpang, sekoci itu juga memuat harimau royal Bengal seberat 225 kg, yang siap memangsanya kapan saja.
Perjuangan Pi untuk bertahan hidup melawan ganasnya samudra pasifik sekaligus mengatasi masalah lain dengan kehadiran seekor harimau dalam sekocinya dikemas apik dan dengan gaya bahasa yang sangat mirip dengan bahasa seorang remaja berusia 16 tahun yang lugu namun cerdas. Pi berada dalam pilihan yang sulit saat ia harus memutuskan apakah akan membunuh ( atau setidaknya menyingkirkan dari sekocinya ) harimau Bengal tersebut, yang berarti dia akan menguasai sepenuhnya sekoci tersebut namun sekaligus membuatnya menjadi benar-benar sendirian dan kemudian putus asa. Atau mebiarkannya hidup dan dia memiliki teman senasib walaupun itu berarti menempatkan dirinya dalam posisi yang berbahaya ( Teman-teman pasti mengerti bagaimana bahayanya berjarak kurang dari 3 meter dari seekor harimau yang kelaparan dan ketakutan oleh habitat yang tidak lazim baginya ). Namun bagi Pi, harimau tersebut merupakan penyelamat hidupnya. Berkat harimau tersebut, Pi tidak sempat berlarut-larut memikirkan keluarganya yang hilang dan kondisinya yang tragis. Pi benci pada harimau tersebut sekaligus berterimakasih padanya. Pi akhirnya memilih alternatif kedua ( Di dalam cerita disebut dengan rencana ke tujuh )
Buku setebal 446 halaman ini selesai aku baca hari Khamis kemarin, 2 hari setelah aku ”temukan”, yang berarti buku ini bukanlah buku yang membosankan. Tidak heran jika kemudian di sampul buku ini tertulis ”Pemenang THE MAN BOOKER PRIZE”, walaupun aku ga tau penghargaan itu nutuk buku yang bagaimana. Tapi bagiku dalam skala bintang 6, nih buku kuberi bintang 5.
Bintang 5 untuk cerita yang menarik namun ending yang berlalu begitu saja.
Salam baca